Kamis, 10 Juli 2014

Laporan Pendahuluan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Personal Hygiene




A.      DEFINISI PERSONAL HYGIENE
Personal hygiene berasal dari bahasa yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarrti sehat. Kebersihan seseorang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis.
(http ://www.asetmandiri.com/ id:hidayat 2diakses pada hari senin 31 Oktober 2011
 pukul 15.00 WIB
Personal hygiene adalah suatu tindakan memelihara kebersihan dan kesehatan kulit seseorang untuk awal dalam perlindungan terhadap organisme.
(http://keperawatan.undip.ac.ic.id) diakses pada hari senin 31 Oktober 2011 pukul
 15.00 WIB
Personal Hygiene adalah upaya seseorang dalam memelihara kebersihan dan kesejahteraan dirinya untuk memperoleh kesejah teraan fisik dan fisiologis.
(Muhammad,Wahit Iqbal dkk. 2007.Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta : EGC)
1.                  Macam – macam personal hygiene meliputi :
1.      Perawatan kulit kepala dan rambut
2.      Perawatan mata
3.      Perawatan hidung
4.      Perawatan telinga
5.      Perawatan kuku kaki dan tangan
6.      Perawatan genetalia
7.      Perawatan kulit seluruh tubuh
8.      Perawatan tubuh secara keseluruhan
9.      Perawatan gigi dan mulut
2.      Tujuan dari personal hygiene yaitu sebagai berikut
1.      Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2.      Memelihara kebersihan diri seseorang
3.      Memperbaiki personal hygiene yang kurang
4.      Mencegah penyakit
5.      Menciptakan keindahan
6.      Meningkatkan rasa percaya

3.      Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap personal Hygiene
1.      Budaya  : sejumlah mitos yang berkembang di masyarakat menjelaskan bahwa jika sedang sakit tidak boleh mandi karenba dapat memperparah penyakitnya.
2.      Status SOSEK  : untuk melakukan personal hygiene yang baik dibituhkan sarana dan prasarana  yang memadai, serta perlengkapan mandi yang memadai.
3.      Agama  : juga berpengaruh terhadap keyakinan individu dalam melakukan kebiasaan sehari-hari.
4.      Tingkat pegetahuan dan perkembangan individu  : kedewasaan seseorang akan berpengaruh terhadap kualitas diri orang tersebut, salah satun ya adalah pengetahuan yang lebih baik.
5.      Status kesehatan  : kondisi sakit/ cedera akan menghambat kemampuan individu dalam melakukan perawatan diri.
6.      Kebiasaan  : ini ada kaitannya dengan kebiasaan tiap individu dalam menggunnakan produk-produk tertentu untuk mmelakukan perawatan diri.
7.      Cacat jasmani/ mental bawaan  : kondisi cacat dan  gangguan mental menghambat kemampuian individu untuk melakukan perawatan diri srcara maksimal.
4.      Etiologi
1.       Gangguan kognitif
2.       Penurunan motivasi
3.       Kendala lingkungan (ketidak sediaan sarana dan prasarana)
4.       Ketidaknyamanan (perubahan rasa pada kondisi yang baru)
5.       Keletihan (ketidakmampuan untuk bergerak)
6.       Gangguan musculoskeletal
7.       Nyeri
8.       Ansietas berat (karena trauma pada sesuatu)

5.      Dampak yang timbul pada masalah personal hygiene meliputi
B.       MANIFESTASI KLINIS/TANDA DAN GEJALA
Adapun gejala klinis dari personal hygiene adalah sebagai berikut :
1.      Kulit kepala kotor dan rambut kusam,acak-acakan
2.      Hidung kotor dan telinga juga kotor
3.      Gigi kotor disertai mulut bau
4.      Kulit panjang dan tidak terawat
5.      Kuku panjang-panjang dan tidak terawat
6.      Badan kotor dan pakaian kotor
7.      Penampilan tidak rapi
C.      KOMPLIKASI
a.                   Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan yang sering timbul adalah gangguan integritas kulit,gangguan membran mukosa mulut,infeksi pada mata dan telinga dan gangguan fisik pada luka.
b.                  Gangguan psikososial
Masalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan harga diri,aktualisasi diri dan gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan harga,aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.
D.      PATOFISIOLOGI DAN PATHWAY KEPERAWATAN
a.       Patofisiologi
·         Terjadinya gangguan integritas kulit
·         Memperbesar resiko penyakit lain yang timbul
·         Mengurangi kemampuan sistem imun alami di kulit
·         Dapat menimbulkan terjadinya proses luka akibat tirah baring
b.      Pathway

E.       FOKUS INTERVENSI
Prioritas NIC
Kaji faktor penyebab  : membantu kita untuk mengetahui apa saja penyebab  daei masalah klien tentang personal hygiene.
Tawarkan bantuan untuk melakukan tindakan personal hygiene pada klien : memberikan kebebasan pada klien untuk memilih untuk dibantu atau tidak.
F.        INTERVENSI
1.      Mandiri
a.                   Kaji faktor penyebab
Rasional : mengetahui faktor penyebab pada klien
b.                  Kaji kondisi pasien saat itu
Rasional  : mengetahui kondisi kesiapan pasien untuk melakukan tindakan
c.                   Kaji kemampuan klien untuk menggunakan alat bantu
Rasional  : mengetahui kemampuan klien dalam melakukan personal hygiene tanpa alat bantu.
d.                  Beri motivasi pada klien untuk melakukan tindakan
Rasional  : menumbuhkan semangat klien untuk melakukan personal hygiene
2.      Kolaboratif
a.                   Tawarkan pengobatan nyeri jika ada
b.                  Rasional  : menghilangkan rasa nyeri jika ada ( post bedah, dll )
c.                   Libatkan keluarga dalam penentuan rencana
d.                  Rasional  : mendapat rencana yang sesuai dengan keinginan
e.                   Kerja sama dengan ahli fisioterapi
f.                   Rasional  : menentukan terapi kerja sebagai sumber dalam merencanakan aktivitas perawatan klien

DAFTAR PUSTAKA

Wartonah,tarwoto,2006.Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta:
           Salemba Medika.
Wilkinson,judith M.2007.Buku Saku Diagnosis Keperawatan NIC NOC Edisi 7.
           Jakarta : EGC
Muhammad,Wahit Iqbal dkk. 2007.Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta : EGC
(http://www.asetmandiri.com/? Id :hidayat 2,)