Minggu, 03 November 2013

Makalah Tokoh Dorothea Orem



BIOGRAFI, KONSEP TEORI, DAN APLIKASI TEORI DOROTHEA OREM
Disusun dalam rangka memenuhi tugas kelompok
Mata kuliah Konsep Dasar Keperawatan
Dosen Pembimbing Rully H., S. Kep. Ns
logo akper.jpg
Oleh :
1.      Misbakhul Munir (13037)
2.      Mitha M (13038)
3.      Muiz Dwi H (13039)
4.      Nadia Ayu Suraya (13040)
5.      Nanda Galuh (13041)
6.      Ngadimo (13042)
7.      Nisa Aprilia Saputri (13043)

AKADEMI KEPERAWATAN KABUPATEN PURWOREJO
Tahun Ajaran 2013/2014

BAB I
BIOGRAFI TOKOH

            Dorothea Elizabeth Orem lahir pada tahun 1914 di Baltimore, Maryland.
            Pendidikan: Diploma (awal tahun 1930), Pendiri Hospital School Of Nursing, Washington DC; Orem mendapat Titel BSN Ed (1939) dan MSN Ed (1945) di The Catholic University of America, Washington DC. Orem mendapat gelar kehormatan: Dokter Ilmu Pengetahuan dari Georgetown University (1976) dan Pendiri Perguruan Tinggi di San Antonio, Texas (1980); Dokter Surat kemanusiaan dari Illinois Wesleyan University, Bloomington, Illinois (1988); Gelar kehormatan dokter, University of Missouri-Columbia (1998). Dr. Orem melanjutkan untuk aktif dalam pengembangan teori. Dia menyelesaikan edisi ke-6 dari keperawatan: konsep praktek, yang diterbitkan oleh Mosby pada Januari 2001.
            Selama karir profesionalnya, dia bekerja sebagai seorang staf keperawatan, perawat pribadi, perawat pendidik dan administrasi, serta perawat konsultan. Ia menerima gelar Doktor pada tahun 1976. Dorothea Orem adalah anggota subkomite kurikulum di Universitas Katolik. Ia mengakui kebutuhan untuk melanjutkan perkembangan konseptualisasi keperawatan. Ia pertama kali mempubilkasikan ide-idenya dalam “Keperawatan : Konsep praktik”, pada tahun 1971, yang kedua pada tahun 1980 dan yang terakhir di tahun 1995.
            Dorothea E. Orem meninggal pada 22 Juni 2007 di kediamannya di Savannah, USA. Orem meninggal pada umur 93 tahun. Dunia keperawatan telah kehilangan seorang ahli dan dianggap sebagai orang terpenting serta memiliki wawasan yang sangat luas di bidang keperawatan.
            Dalam bidang keperawatan dapat dikatakan bahwa ahli Keperawatan dari Amerika, Dorothea E Orem, termasuk salah seorang yang terpenting diantara orang yang mengembangkan pandangan dalam bidang Keperawatan.
            Dorothea Orem melihat bahwa perawatan profesional mendapat bantuan pengambil alihan tugas sebahagian ataupun keseluruhan atau perawatan diri atau perawatan.

BAB II
KONSEP TEORI OREM

Menurut Orem, teori keperawatan adalah :
Pelayanan manusia yang berpusat kepada kebutuhan manusia untuk mengurus diri bagaimana mengaturnya secara terus menerus untuk dapat menunjang kesehatan dan kehidupan, sembuh dari penyakit atau kecelakaan dan menanggulangi akibat-akibatnya (Orem, 1971).
Menurut Orem, asuhan keperawatan dilakukan dengan keyakinan bahwa setiap orang mempunyai kemampuan untuk merawat diri sendiri sehingga membantu individu memenuhi kabutuhan hidup, memlihara kesehatan dan kesejahteraannya, oleh karena itu teori ini dikenal sebagai Self Care (perawatan diri) atau Self Care Defisit Teori. Orang dewasa dapat merawat diri mereka sendiri, sedangkan bayi, lansia, dan orang sakit membutuhkan bantuan untuk memenuhi aktivitas Self Care mereka.
Menurut Orem, asuhan keperawatan dilakukan dengan keyakinan bahwa setiap orang mempunyai kemampuan untuk merawat diri sendiri sehingga membantu individu memenuhi kabutuhan hidup, memlihara kesehatan dan kesejahteraannya, oleh karena itu teori ini dikenal sebagai Self Care (perawatan diri) atau Self Care Defisit Teori. Orang dewasa dapat merawat diri mereka sendiri, sedangkan bayi, lansia, dan orang sakit membutuhkan bantuan untuk memenuhi aktivitas Self Care mereka.

Di dunia keperawatan banyak fenomena dan masalah yang terjadi yang sulit untuk dijelaskan dan diselesaikan. Namun, keperawatan memiliki teori-teori keperawatan yang bisa digunakan untuk menjelaskannya dan memberi solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Para ahli teori keperawatan mengemukakan berbagai solusi yang bisa diterapkan di berbagai lingkup keperawatan. Teori-teori tersebut terus dikembangkan sehingga akan lebih meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan keperawatan.

Salah satu ahli teori yang cukup terkenal dan teorinya banyak digunakan dalam tatanan pelayanan keperawatan adalah Dorothea Orem. Dalam teori self care-nya ia menganggap bahwa perawatan diri merupakan suatu kegiatan membentuk kemandirian individu yang akan meningkatkan taraf kesehatannya. Sehingga bila mengalami defisit, ia membutuhkan bantuan dari perawat untuk memperoleh kemandiriannya kembali. Teori ini merupakan suatu pendekatan yang dinamis, dimana perawat bekerja untuk meningkatkan kemampuan klien dalam merawat dirinya sendiri dan bukan menempatkan klien pada posisi bergantung karena self care merupakan perilaku yang dapat dipelajari.

 Dorothea Orem merupakan teori yang cukup menarik untuk dikaji dan dibahas karena termasuk teori yang cukup banyak digunakan dalam aplikasi praktik keperawatan dan penulis tertarik untuk menelaah teori ini, dimana ia hanya berfokus pada lingkup praktik keperawatan.
Konsep keperawatan Orem mendasari peran perawat dalam memenuhi kebutuhan perawatan diri klien untuk mencapai kemandirian dan kesehatan yang optimal. Orem mengembangkan tiga teori yang saling berhubungan yaitu teori “self care deficit”, teori self care, dan teori nursing system (Tomey). Tiga teori tersebut   berfokus  pada peran manusia menyeimbangkan kehidupan, kesehatan dan kesejahteraannya dengan merawat diri mereka sendiri.
      1.      Teori Self Care Deficit
Inti dari teori ini menggambarkan manusia sebagai penerima perawatan yang tidak mampu memenuhi kebutuhan perawatan dirinya dan memiliki berbagai keterbatasan- keterbatasan dalam mencapai taraf kesehatannya. Perawatan yang diberikan didasarkan kepada tingkat ketergantungan; yaitu ketergantungan total atau parsial. Defisit perawatan diri menjelaskan hubungan antara kemampuan seseorang dalam bertindak/beraktivitas dengan tuntutan kebutuhan tentang perawatan diri. Sehingga bila tuntutan lebih besar dari kemampuan, maka ia akan mengalami penurunan/defisit perawatan diri.
Teori ini merupakan inti dari teori perawatan general Orem. Yang menggambarkan kapan keperawatan di perlukan.Oleh karena perencanaan keperawatan pada saat perawatan yang dibutuhkan. Bila dewasa (pada kasus ketergantungan, orang tua, pengasuh) tidak mampu atau keterbatasan dalam melakukan self care yang efektif.
Teori self care deficit diterapkan bila ;
o   Anak belum dewasa
o   Kebutuhan melebihi kemampuan perawatan
o   Kemampuan sebanding dengan kebutuhan tapi diprediksi untuk masa yang akan datang.
2.      Teori Self Care
Wang and Laffrey (2004, p. 123) menyatakan bahwa self care adalah fungsi regulasi manusia yang berdasarkan pada kemampuan individu untuk melakukan perawatan dirinya. Hal tersebut digambarkan dalam hubungan antara self care, self care agency dan therapeuthic demand (diri, maka defisit perawatan diri terjadi dan perawat akan membantu klien  untuk melakukan tugas perawatan dirinya self care : Self care adalah tindakan yang matang dan mematangkan orang lain yang mempunya potensi untuk berkembang, atau mengembsangkan kemampuan yang dimiliki agar dapat digunakan secara tepat, nyata dan valid untuk mempertahankan fungsi dan berkembang dengan stabil dalam perubahan lingkungan. Self care digunakan untuk mengontrol atau faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi aktivitas seseorang untuk menjalankan fungsinya dan berproses untuk mencapai kesejahteraannya. Self care agency agen perawan sendiri adalah kekuatan individi yang berhubungan dengan perkiraan dan esensial operasi-operasi produksi untuk keperawatan mandiri. Ada 3 aspek yakni:
§  Agen (orang yang mengambil tindakan).
§  Self care agent (penyedia perawatan mandiri).
§  Dependent care agent (penyelenggara perawatan yang tidak mandiri).

Therapeutic Self Care Demands:
            Tuntutan perawatan diri harus seimbang dengan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk itu dilakukan upaya-upaya dengan cara menggunakan metode-metode untuk mengembalikan kemampuan tersebut.
Teori self care ini berisi upaya tuntutan pelayanan diri yang The nepeutic sesuai dengan kebutuhan.
Perawatan diri sendiri adalah suatu langkah awal yang dilakukan oleh seorang perawat yang berlangsung secara continue sesuai dengan keadaan dan keberadannya , keadaan kesehatan dan kesempurnaan.
Perawatan diri sendiri merupakan aktifitas yang praktis dari seseorang dalam memelihara kesehatannya serta mempertahankan kehidupannya. Terjadi hubungan antar pembeli self care dengan penerima self care dalam hubungan terapi. Orem mengemukakan tiga kategori / persyaratan self care yaitu : persyaratan universal, persyaratan pengembangan dan persyaratan kesehatan.
Penekanan teori self care secara umum :
a.       Pemeliharaan intake udara
b.      Pemeliharaan intake air
c.       Pemeliharaan intake makanan
d.      Mempertahankankan hubungan perawatan proses eliminasi dan eksresi
e.       Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat
f.       Pemeliharaan keseimbangan antara solitude dan interaksi sosial
g.      Pencegahan resiko-resiko untuk hidup, fungsi usia dan kesehatan manusia
h.      Peningkatan fungsi tubuh dan pengimbangan manusia dalam kelompok sosial sesuai dengan potensinya.

3.      Nursing System :
Teori yang membahas bagaimana kebutuhan “Self Care” patien dapat dipenuhi oleh perawat, pasien atau keduanya. Nursing system ditentukan atau direncanakan berdasarkan kebutuhan “Self Care” dan kemampuan pasien untuk menjalani aktifitas “Self Care”.
Orem mengidentifikasikan klasifikasi Nursing System :
a. The Wholly compensatory system
            Merupakan suatu tindakan keperawatan dengan memberikan bantuan secara penuh kepada pasien dikarenakan ketidakmampuan pasien dalam memenuhi tindakan keperawatan secara mandiri yang memerlukan bantuan dalam pergerakan, pengontrolan dan ambulasi, serta adanya manipulasi gerakan.
b. The Partly compensantory system
            Merupakan sistem dalam memberikan perawatan diri secara sebagian saja dan ditujukan pada pasien yang memerlukan bantuan secara minimal seperti pada pasien post op abdomen dimana pasien ini memiliki kemampuan seperti cuci tangan, gosok gigi, akan tetapi butuh pertolongan perawat dalam ambulasi dan melakukan perawatan luka.
c. The supportive – Educative system
            Dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang memerlukannya untuk dipelajari, agar mampu melakukan perawatan mandiri.


Metode bantuan
Perawat membantu klien denagn menggunakan sistem dan melalui lima metode bantuan yang meliputi :
§  Acting atau melakukan sesuatu untuk klien
§  Mengajarkan klien
§  Menagarahkan klien
§  Mensupport klien
§  Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan berkembang.

            Kebutuhan self care menurut Orem. Terdapat tiga tipe kebutuhan self care menurut Orem yaitu kebutuhan universal dan perkembangan perawatan diri/self care serta penyimpangan kesehatan.

a.       Kebutuhan universal self care
o   Menyeimbangkan pemasukan udara, air, dan makanan
o   Pembekalan perawatan berhubungan dengan proses eliminasi dan eksresi
o   Mencapai keseimbangan antara aktivitas dan istirahat
o   Menghindari resiko-resiko yang membahayakan bagi kehidupan, peran dan tercapainya kesejahteraan
            Meningkatkan fungsi/peran dan perkembangan dalam kelompok sosial berdasarkan
potensi manusia, batasan-batasan, dan keinginan manusia untuk menjadi normal
(Orem, 1985 dalam Meleis, 1997).

b.      Kebutuhan perkembangan/kemajuan self care
            Menyeimbangkan kondisi kehidupan yang mendukung proses kehidupan dan perkembangan, dimana manusia berproses menuju tingkat yang lebih tinggi dan menjadi matang.
Pembekalan keperawatan ditujukan untuk mencegah terjadinya kehilangan kondisi/faktor yang mendukung perkembangan manusia.

c.       Kebutuhan self care deviasi/penyimpangan kesehatan.
            Menjaga individu dari kondisi lingkungan fisik maupun biologis yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit dan menimbulkan kesadaran terhadap efek dari kondisi patologik.
            Secara efektif mengembalikan individu dari kondisi patologis seperti deformitas atau abnormalitas dimanai perawat berupaya mengkompensasi gangguan yang terjadi.
Memodifikasi konsep diri dan gambaran diri pada seseorang dalam menerima kesehatan dan perawatan kesehatan.
            Mempelajari efek dari kondisi patologi dan penangan yang mungkin digunakan untuk mengembangkan kemampuan individu.

 Proses Keperawatan Menurut Teori Orem

Proses keperawatan menurut Orem terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan,
rencana tindakan dengan rasional ilmiah, implementasi dan evaluasi.

a.       Pengkajian
Pengkajian diarahkan pada factor personal, universal self care, defelopmental self care,
health deviation, self care defisit.

b.      Diagnosa Keperawatan.
Diagnosa keperawatan sesuai dengan self care defisit yang dialami oleh klien.

c.       Perencanaan
Tujuan : dibuat sesuai dengan dignosa keperawatan, berdasarkan self care demand dan
meningkatkan kemampuan self care. Membuat nursing system : Wholly compensatory, Partly  compensatory, educative atau  supportive. Membuat metode yang sesuai untuk membantu klien.

d.      Pelaksanaan
Diarahkan untuk meningkatkan kemampuan self care, memenuhi kebutuhan self care, dan menurunkan self care deficitnya

e.       Evaluasi
Menilai keefektifan tindakan perawatan dalam : meningkatkan kemampuan self care, memenuhi kebutuhan self care, dan menurunkan self care deficitnya.

1.      Tahap Pertama : pengumpulan data pada 6 area yaitu : status kesehatan individu; persepsi dokter tentang status kesehatan individu; persepsi individu tentang kesehatannya sendiri; tujuan kesehatan dalam konteks latar belakang kehidupan individu, gaya hidup, dan status kesehatannya; kebutuhan individu terhadap perawatan diri/self care; kapasitas individu untuk melakukan self care.
2.      Tahap kedua : perawat menentukan tingkat ketergantungan individu, dimana perawat dapat menetapkan apa yang akan dilakukan untu membantu individu/klien.
3.      Tahap ketiga : melakukan tindakan keperawatan berdasarkan pada komponen diagnosa keperawatan. selanjutnya melakukan evaluasi tingkat keberhasilan perawatan.













BAB III
APLIKASI

Aplikasi Model Keperawatan Orem
Kasus :           
Tn. J (50 th ) didiagnasis Diabetes Melitus tipe 2 (Diabetes Tidak Tergantung Pada Insulin).Dia memiliki riwayat hipertensi dan seorang perokok berat (30 batang/hari).
Perawatan yang dapat diberikan kepada Tn. J berdasarkan model keperawatan Orem adalah.
1.      Udara (educative/supportif). Perawatan harus mampu memberikan penjelasan Tn. J (50 tahun) tentang hubungan penyakit Hipertensi dengan merokok yaitu menghisap udara yang mengandung zat kimia aktif dari rokok.
2.      Air (enducative/supportif). Perawat harus mampu meyakinkan adanya hydration-rist yang cukup dari polidipsia (sering haus) yang memicu Hiperglicemia (kadar gula yang tinggi dalam darah).
3.      Activity and rest (adecative/supportif). Perawat menginformasikan pada pasien tentang kegiatan aktivitas yang cocok untuk pasien Diabetes Melitus.
4.      Elimination (educative/supportif) klien membutuhkan monitoring bagaimana melakukan Buang Air Besar (BAB) dan Buang Air Kecil (BAK).
5.      Food (portial compensatory). Perawat menganjurkan atau mengatur pola diet yang cocok untuk pasien dengan Hipertensi dan mengalami Diabetes Melitus serta mengontrol gula darah setelah makan.
6.      Solitude and social interaction (partial compensatory) interaksi sosial dengan perawat dapat memberikan perubahan interaksi dengan tingkah sosial yang mengarah pada perilaku yang adaptif (baik).
7.      Hazard prevention (partial compensatory). Perawat memberikan pendidikan pada pasien tentang kelebihan dan kekurangan pengobatan yang akan diambil oleh pasien pada penyakit yang dialaminya saat ini.
8.      Promote Normality (partial compensatory). Perawat diharapkan dapat membantu pasien untuk mengembalikan diri pada kehidupan normal pasien, sehingga menjadi normal kembali.

Aplikasi Teori Orem
Kilen dewasa dengan diabetes militus menurut teori self care Orem dipandang sebagai individu yang memiliki kemampuan untuk merawat dirinya sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup, memelihara kesehatan dan mencapai kesejahteraan.
 Kondisi klien yang dapat mempengaruhi self-care dapat berasal dari faktor internal (dari dalam diri individu) dan eksternal (dari luar diri individu), faktor internal meliputi usia, tinggi badan, berat badan, budaya/suku, status perkawinan, agama, pendidikan dan pekerjaan. Adapun faktor luar meliputi dukungan keluarga dan budaya masyarakan dimana klien tinggal.
Klien dengan kondisi tersebut membutuhkan perawatan diri yang bersifat kontinun atau berkelanjutan. Adanya perawatan diri yang baik akan mencapai kondisi yang sejahtera. Klien membutuhkan tiga kebutuhan self care berdasarkan teori Orem yaitu:
1.    Universal self care requisites (kebutuhan perawatan diri secara menyeluruh) kondisi yang seimbang.
2.    Development self care requisites (kebutuhan perawatan diri pengembangan) fungsi klien sesuai dengan fungsi perannya. Perubahan fisik pada klien dengan Diabetes Melitus antara lain menimbulkan peningkatan dalam rasa haus, peningkatan selera makan, keletihan, kelemahan, luka pada kulit yang lama penyembuhannya, infeksi vagina atau pandangan pada mata berakibat mata kabur.
3.    Health deviation self care requisites (kebutuhan perawatan diri penyimpangan kesehatan) penyimpangan kesehatan seperti adanya Sindrom Hipergilkemik (kumpulan penyakit akibat peningkatan kadar gula dalam darah) yang dapat menimbulkan kehilangan cairan dan elektrolit (dehidrasi), hipotensi (tekanan darah rendah) ,perubahan sensorik (perubahan pada indera perasa), kejang-kejang, takikardi (frekuensi jantung yang meningkat) dan hemiparesis (kelumpuhan separu badan). Klien Diabetes Melitus akan mengalami penurunan  pola makan dan adanya komplikasi yang dapat mengurangi kerharmonisan pasangan dalam melakukan hubungan intim (misal infeksi vagina dan bagian tubuh lainnya).
Ketidakseimbangan baik secara fisik maupun mental yang di alami oleh klien dengan Diabetes Mellitus menurut Orem disebut dengan self care-deficit. Menurut Orem peran perawat dalam hal ini yaitu mengkaji klien sejauh mana klien mampu untuk  merawat dirinya sendiri dan mengklasifikasikannnya sesuai dengan klafisikasi kemampuan klien.


















KESIMPULAN

Pelayanan manusia yang berpusat kepada kebutuhan manusia untuk mengurus diri bagaimana mengaturnya secara terus menerus untuk dapat menunjang kesehatan dan kehidupan, sembuh dari penyakit atau kecelakaan dan menanggulangi akibat-akibatnya (Orem, 1971).
Konsep teori Orem:
1.      Teori Self Care Deficit
            2.      Teori Self Care
            3.      Nursing System
             Proses Keperawatan Menurut Teori Orem
1.      Pengkajian
2.      Diagnosa keperawatan
3.      Perencanaan
4.      Pelaksanaan
5.      Evaluasi

Saran

Saran bagi pembaca, khususnya pemerhati pendidikan adalah sedapat mungkin kita lebih memperhatikan dan memahami akan pentingnya arti kesehatan seperti kata pepatah “Mencegah lebih baik mengobati”.







DAFTAR PUSTAKA

A.  Aziz Alimul H, 2012. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika
H. Zaidin Ali, 2001. Dasar-Dasar Keperawatan Profesional. Jakarta: Widya Medika
Hidayat, A.Aziz Alimul,2007.Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Beiby, Wiewyn. 2013. Teori Keperawatan Menurut Dorotea Orem. http://wiewynbeiby.blogspot.com/2013/03/teori-keperawatan-menurut-dorotea-orem.html . Diakses pada 29 Maret 2013

Boy, Acver. 2009. Biografi Dorothea Elizabeth Orem http://erik-acver-qincai.blogspot.com/2009/03/biografi-dorothea-elizabeth-orem.html . Diakses pada 1 Maret 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar