Selasa, 23 Desember 2014

SAP Penyakit Klamidia



SATUAN ACARA PENYULUHAN
PENYAKIT KLAMIDIA

Disusun dalam rangka memenuhi tugas individu
Mata kuliah Promosi Kesehatan
Dosen Pembimbing Lutiyah, S. Kep. Ns

Oleh :
Nisa Aprilia Saputri    (13043)




AKADEMI KEPERAWATAN KABUPATEN PURWOREJO
Tahun Ajaran 2013/2014




SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENYAKIT DISPEPSIA

Pokok Bahasan           : Penyakit Menular Seksual
Sub Pokok Bahasan    : Penyakit Klamidia
Sasaran                        : Semua warga lokalisasi
Target                          : Pekerja di lokalisasi Grantung RT 01 RW 01, Kab.
  Purworejo
Hari, tanggal               : Kamis, 4 Desember 2014
Waktu                         : 08.00-selesai
Tempat                        : Balaidesa Grantung Kab. Purworejo

I.              Latar Belakang
Chlamydia adalah infeksi PMS (penyakit menular seksual) yang sangat umum. Infeksi ini dapat diobati dengan mudah tapi jika tidak ditangani dapat menyebabkan masalah kesehatan dan kesuburan. Klamidia disebabkan oleh bakteri yang berkembang biak di selaput lendir dari alat kelamin. Hal ini dapat menyebabkan peradangan saluran kencing, dubur dan leher rahim. Ketika infeksi terjadi pada anus,  pasien biasanya tidak merasakan gejala meskipun mungkin merasa tidak nyaman. Kadang-kadang ada lendir, iritasi, gatal dan nyeri. Infeksi Chlamyidia di tenggorokan juga mungkin tidak memberikan gejala apapun. Jika mata Anda terinfeksi, bakteri dapat menyebabkan iritasi dan keluarnya cairan dari salah satu atau kedua mata Anda (konjunktivitis).

II.           Tujuan
1.      Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan, para pekerja di lokalisasi Grantung dapat memahami penyakit klamidia.


2.      Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan pekerja lokalisasi dapat:
1.                  Menyebutkan pengertian tentang penyakit klamidia
2.                  Menyebutkan penyebab penyakit klamidia
3.                  Menyebutkan tanda gejala penyakit klamidia
4.                  Menyebutkan cara pencegahan penyakit klamidia
5.                  Menyebutkan terapi penyakit klamidia

III.        Metode
1.                  Presentasi
2.                  Tanya jawab

IV.        Media (materi terlampir)
LCD power point

V.           Isi Materi
Pembagian
No
Waktu
Kegiatan penyuluhan
Kegiatan peserta
1.
 5 menit
Pembukaan :
• Memberi salam
• Menjelaskan tujuan pembelajaran
• Menyebutkan materi / pokok bahasan yang akan disampaikan
• Menjawab salam
• Mendengarkan dan memperhatikan
2.
15 menit
Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur.
Materi :
1.          Pengertian tentang penyakit klamidia
2.          Penyebab penyakit klamidia
3.          Tanda dan gejala penyakit klamidia
4.          Cara pencegahan penyakit klamidia
5.          Terapi penyakit klamidia
•  Menyimak dan memperhatikan
3.
10 menit
Evaluasi :
Meminta kepada para pekerja menjelaskan atau menyebutkan kembali tentang:
1.      Pengertian tentang penyakit klamidia
2.      Penyebab penyakit klamidia
3.      Tanda dan gejala penyakit klamidia
4.      Cara pencegahan penyakit klamidia
5.      Terapi penyakit klamidia
•  Bertanya dan menjawab pertanyaan.
4.
2 menit
Penutup :
Mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam.
Menjawab salam

I.                   Evaluasi
1.      Kegiatan : jadwal, tempat, alat bantu/media, pengorganisasian, proses penyuluhan
2.      Hasil penyuluhan, memberi pertanyaan pada warga tentang :
a)      Apakah pengertian dari penyakit klamidia?                              
b)      Apakah tanda dan gejala dari penyakit klamidia?
c)      Bagaimana cara pencegahan dan terapi dari penyakit klamidia?

II.                Pengorganisasian
1.      Penanggung Jawab                       : Yeni Prasculina
2.      Sekretaris                                      : Dina Widiyanti
3.      Moderator                                     : Restu Putri
4.      Penyaji                                          : Nisa Aprilia
5.      Observer dan dokumentasi           : Darsini



VIII.Referensi
Daili SF, Makes WIB, Zubier F, Yudarsono J. 1997. Penyakit Menular Seksual.
Jakarta : Balai Penerbit FK-UI.
Hutapea NO, Ramsi RR. 1993. Uretritis Non Gonore. Dalam : Penyakit yang
ditularkan melalui Hubungan Seksual. Medan : FK – USU.

Sasaran :
Pekerja lokalisasi yang bertempat tinggal di Grantung RT 01 RW 01 Kab. Purworejo
Jumlah peserta :
-                      Perempuan      : 30 orang
-                      Laki-laki          : 15 orang

Data Epidemiologi
Dari berbagai studi dilaporkan bahwa 30-60 % dari penderita UNS dapat diisolasi C. trachomatis, selanjutnya 4-43 % dari pria penderita gonore dan 0-7% dari pria dengan uretritis asimtomatik.     Angka transmisi seksual C. trachomatis sering melebihi 20% pada wanita muda. Hutapea NO (1992) melaporkan penularan terhadap mitra seksual 38 pria UNS dengan positif Chlamydia terjadi pada 17 wanita (45%).
Diperkirakan 25-50% infeksi C. trachomatis bersifat asimtomatik, terutama pada wanita (80%), akan tetapi C. trachomatis mempunyai peranan penting pada servisitis mukopurulen dan infeksi radang panggul (PID). Di Amerika 25-50 % kasus PID oleh karena C. trachomatis dan meliputi 5-8 % wanita muda.




Data Demografi
N D     Nama Desa                  : Grantung RT 01 RW 01 Kab. Purworejo
Jum      Jumlah Penduduk       : 957 orang
Laki-laki: 407 orang
Perempuan: 550 orang
Ba:       Batas utara Desa Grantung
Batas Timur Desa Wonodesa
Batas Barat Desa Kalinodo
Batas Selatan Desa Kutoarjo
Kea      Keadaan Desa: Jalan dalam kondisi berlubang. Lingkungan cukup bersih, banyak pepohonan.

Evaluasi
Tanya jawab

Lampiran Materi
A.                Pengertian
Klamidia adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus chlamydia trachomatis (klamidia trakomatis). Klamidia, sering menyebabkan apa yang dinamakan uretritis non spesifik yakni radang saluran kemih yang tidak spesifik, yang dikenal merupakan salah satu infeksi/penyakit, akibat dari hubungan seksual yang terjadi pada pria. Sedangkan pada wanita klamidia lebih sering menyebabkan cervicitis (serviksitis), yaitu infeksi leher rahim, dan penyakit peradangan pelvis (pinggul/panggul), bahkan menyebabkan infertilitas. (Brunner & Suddarth, 2001).
B.                 Penyebab
Chlamydia trachomatis yang terutama menyerang leher rahim. Biasanya menyerang saluran kencing atau organ-organ reproduksi. Pada wanita, menyebabkan infeksi di mulut rahim, sedangkan pada pria, menyebabkan infeksi di urethra (bagian dalam penis). Sebanyak 75 persen penderitanya, tidak mendapatkan gejala penyakit ini. Kalaupun muncul gejala, pada wanita, hanya berupa keputihan. Penyakit menular seksual (PMS) yang satu ini, dapat menular atau ditularkan pasangan. Masa inkubasi: 7 sampai 12 hari. (Brunner & Suddarth, 2001)
Faktor resiko infeksi C. trachomatis pada wanita adalah :
1.         Usia muda, kurang dari 25 tahun
2.         Mitra seksual dengan uretritis
3.         Multi mitra seksual
4.         Swab endoserviks yang menimbulkan perdarahan
5.         Adanya sekret endoserviks yang mukopurulen
6.         Memakai kontra sepsi “non barier” atau tanpa kontrasepsi.
C.                 Tanda Gejala
Pada perempuan  :
1.    Keinginan untuk sering buang air kecil dan ketika buang air kecil akan merasakan adanya rasa seperti terbakar atau rasa tidak nyaman.
2.    Menimbulkan keluhan keputihan yang disertai nyeri pada saat BAK  dan adanya mukopurulen dan perdarahan setelah melakukan hubungan seksual
3.    Penularan tidak disadari, karena kebanyakan perempuan yang terinfeksi tidak merasakan gejala
4.    Pasien biasanya datang dengan stadium lanjut
5.    Rasa sakit setelah melakukan hubungan seksual
Pada laki-laki  :
1.    Keinginan untuk sering buang air kecil dan ketika buang air kecil akan merasakan adanya rasa seperti terbakar atau rasa tidak nyaman.
2.    Keluar cairan di uretra berupa lender yang jernih sampai keruh terdapat bercak pada celana dalam terutama pada pagi hari
3.    Pelvisnya bengkak karena terjadi epididimitis
D.                Cara Pencegahan
Secara umum, langkah-langkah pencegahan yang dilakukan serupa dengan Penyakit Menular Seksual (PMS) lainnya, yaitu:
1.    Pasien dianjurkan untuk menghindari kontak seksual sementara, selama timbulnya gejala penyakit.
2.    Pasien didorong untuk memastikan kondisi seksual pasangan mereka.
3.    Pasien dianjurkan untuk menghindari kegiatan seksual berisiko-tinggi, memakai kondom dan menghindari beberapa mitra seksual.
4.    Penyuluhan kesehatan dan pendidikan seks.
5.    Pemeriksaan pada remaja putri yang aktif secara seksual harus dilakukan secara rutin.
6.    Pemeriksaan perlu juga dilakukan terhadap wanita dewasa usia 25 tahun, terhadap mereka yang mempunyai pasangan baru atau terhadap mereka yang mempunyai beberapa pasangan seksual dan atau yang tidak konsisten menggunakan alat kontrasepsi.
Cara paling pasti untuk menghindari penularan PMS adalah menjauhkan diri dari kontak seksual, atau berada dalam hubungan saling monogami jangka panjang dengan mitra yang telah diuji dan diketahui tidak terinfeksi. Menggunakan Latex kondom bagi laki-laki. Bila kontrasepsi (contohnya kondom) digunakan secara konsisten dan benar, maka risiko penularan klamidia dapat dikurangi.
E.                 Terapi
Terapi yang biasanya digunakan adalah:
1.    Antibiotika, minum obat secara teratur
2.    Partner seksualnya juga harus diobati
Obat antibiotik :
1.      Doksisiklin 2 x 100mg selama 1 minggu atau lebih
2.      Tetrasiklin 4 x 500mg selama 1 minggu atau lebih
3.      Eritromisin 4 x 500mg selama 1 minggu atau lebih
4.      Azitromisin 1 gram dosis tunggal





Tidak ada komentar:

Posting Komentar